FUMIGASI

By : Syaiful Ahmad

A. Pengertian Fumigasi

Salah satu kegiatan pengawetan bahan pustaka adalah kegiatan fumigasi, fumigasi merupakan salah satu usaha pelestarian bahan pustaka yang dilakukan dengan tindakan pengasapan yang bertujuan mencegah dan mengobati dan melestarikan bahan pustaka dengan menggunakan fumigan, Razak (1992).

Fumigasi merupakan suatu tindakan pengasapan yang bertujuan mencegah, mengobati dan mensterilkan bahan pustaka. Mencegah dimaksudkan tindakan yang dilakukan supaya kerusakan lebih lanjut dapat dihindari. Mengobati artinya mematikan atau membunuh serangga, kuman dan sejenisnya yang telah menyerang dan merusak bahan pustaka, dan mensterilkan diartikan menetralisasi keadaan seperti menghilangkan bau busuk dan timbul dari bahan pustaka, menyegarkan udara atau bisa menimbulkan gangguan atau penyakit.

Faktor yang bisa mengakibatkan kerusakan koleksi langka antara lain serangga yang meliputi silver fish, kecoa, kutu buku, rayap, ngegat dan sejenisnya. Bila dibiarkan bahan pustaka mengalami kerusakan yang cukup parah, bahkan mungkin tidak bisa diperbaiki kembali, sehingga perlu dilakukan fumigasi (Razak, 1992)

Sedangkan Menurut Sutarno NS dalam Kamus Perpustakaan dan Informasi menyatakan bahwa Fumigasi adalah suatu upaya melakukan tindakan untuk mencegah kerusakan bahan pustaka dari serangga yang dilakukan dengan beberapa cara, seperti memberikan obat dengan menyuntikkannya ke dalam tanah dibawah gedung, atau menaruh di ruang perpustakaan yang tertutup rapat selama beberapa hari agar serangga tersebut mati.3

B. Fungsi Fumigasi

Fumigasi perpustakaan digunakan untuk mencegah, mengobati dan mensterilkan bahan pustaka dari gangguan serangga. Oleh karena itu, secara sekilas penulis juga akan memaparkan tentang serangga yang biasa dibasmi dalam proses fumigasi di perpustakaan.

C. Kekurangan dan Kelebihan Fumigasi

            1. Kelebihan Fumigasi

                        a. Efektif mengendalikan seluruh stadia hama

                        b. Bekerja cepat

                        c. Kerusakan arsip minimum

                        d. Aman untuk pengguna

                        e. Tidak meninggalkan residu

            2. Kekurangan Fumigasi

                        a. Perlu konsentrasi dan waktu yang lama

                        b. Perlu keahlian khusus

                        c. Pilihan fumigan terbatas

                        d. Perlu ruangan kedap gas

D. Tata Cara dalam Pelaksanaan Fumigasi

Persyaratan Umum :

a. Ruang fumigasi harus bersih & kering       

b. Pastikan lantai/dinding tidak ada yang bocor/retak.

c. Jika tidak yakin, lapisi dengan plastic fumigasi atau dicata quaproof 

Bahan Kimia yang Digunakan dalam Fumigasi :

A.Thymol

Di Inggris penggunaanya dilarang.

Penggunaannya :

  1. Menempatkan bahan pustaka yang akan di fumigasi dalam ruang hampa udara dengan kristal thymol.
    1. Memanaskan kristal thymol.
    1. Fumigasi  dalam periode 3-7 hari.
    1. Uap thymol tidak boleh terhirup.
    1. Kontak langsung harus dihindari.

B. Ortho-penyl phenol

Diragukan efektivitasnya sebagai pembasmi jamur.

  1. Digunakan dalam beberapa cara:
  2. Dicampurkan dengan alkohol sebagai uap atau semprotan.
  3. Dicampurkan dengan alkohol dan diuapkan dalam ruang hampa udara.
  4. Hindari kontak langsung dengan uap ortho-penyl phenol.

C. Sodium Ortho-Phenil Phenate

Digunakan untuk membuat tissue anti jamur.

Dibuat dengan cara:

  1. Memberikan larutan tersebut sebesar 5% kedalam kertas tissue.
    1. Kertas tisu ditempatkan dalam buku yang perlu dirawat, kemudian disimpan dalam plastik tertutup selama beberapa bulan. 

Proses Fumigasi menurut Iskandar (2015), sebagai berikut:

a.         Persiapan Fumigasi Persiapan yang perlu dilakukan adalah mengatur bahan pustaka yang akan difumigasi bahan kimianya. Sebaiknya buku-buku diatur sedemikian rupa dalam posisi berdiri dan terbuka, dengan demikian setiap lembar dari buku-buku tersebut dapat dicapai oleh gas pembasmi hama secara merata, sebaliknya kalau buku dibiarkan ditaruh begitu saja maka bagian yang tertutup/terlipat akan sulit dicapai oleh gas pembasmi, sehingga dimungkinkan serangga yang tersembunyi masih dapat hidup.

b.         Pelaksanaan Fumigasi Dengan menggunakan bahan-bahan kimia seperti tersebut di atas, yang sudah disesuaikan dengan kondisi ruangan dan memperhatikan kemampuan petugas fumigasi yang dimiliki, maka perlu diperhatikan beberapa hal:

1. Bila menggunakan CS2  dan CCl4    dengan komposisi 1:1, dari setiap liter bahan yang dapat dituangkan ke dalam nampan,dapat dipergunakan untuk ruangan lebih kurang 2 M3, dan memerlukan waktu fumigasi selama satu minggu. 2. Bila mempergunakan CH3Br dimanabahan dalam bentuk gas dengan alat bantu tabung gas, instalasi pipa, timbangan dan sebagainya, maka setiap 1 M3 ruangan diperlukan 16-32 gram, dan memerlukan waktufumigasi selama 48 jam.

3. Bila mempergunakan thymol crystal, maka untuk 1 M3 ruangan memerlukan bahan 50 gram, dan biarkan bahan pustaka buku berada dalam ruangan selama 48 jam.

4. Bila mempergunakan napthaline 810 gram, fumigasi dapat berlangsung selama 14 hari.

5. Bila mempergunakan phospine (PH3), memerlukan 1-2 tablet per M3, dan memerlukan waktu fumigasi selama 3-5 hari.

            Tahap Kegiatan Fumigaasi :

1 .  Mengukur dan mempersiapkan plastik yang akan digunakan untuk menutup  rak buku.

2. Menyusun buku  dan memberi pembatas antar lembar buku dengan menggunakan kertas agar letak buku tidak terlalu rapat sehingga fumigant yang digunakan bisa meresap keseluruh permukaan buku.

3.  Beberapa buku diletakkan dalam kantong plastik dengan memberi catatan lokasi asal rak.  Tulis dalam label nomor rak dan baris serta judul buku dan ditempel  label di luar kantong.

4. Menutup rapat rak buku dengan plastik serta menggunakan perekat lakban hitam.

5.  Melakukan pengetesan ada atau tidak kebocoran pada plastik dengan menggunakan kapur barus.  Kapur barus dimasukkan dalam rak dan tutup rak dengan menggunakan plastik.  Indikasi yang digunakan adalah jika tidak tercium  bau kapur barus di ruangan maka dapat dipastikan plastik tidak bocor.

6.  Memasukkan wadah berupa cawan petri pada setiap rak buku dan wadah karton pada setiap kantong untuk tempat meletakkan fumigant.

7. Masukkan fumigant pada setiap rak dan setiap kantong.

8.  Ikat kantong dengan tali dan tutup rapat rak dengan menggunakan plastik serta perekat lakban hitam.

9.  Fumigasi dilakukan selama ± 1 minggu sampai menguap.

10.  Setelah seminggu buka kantong dan rak buku.  Diamkan selama ± seminggu agar  gas fumigant benar-benar menghilang dari dalam rak maupun kantong. 

Leave a comment