Pencegahan Kerusakan Bahan Pustaka

By : Syaiful Ahmad

            Ada istilah “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Baiknya dilakukan kegiatan penceghan sebelum bahan pustaka atau fasilitas perabotan pada perpustakaan mengalami kerusakan. beberpa tindakan preventif yang bisa dilakukan oleh para pustakawan:

1.      Membersihkan secara rutin seluruh bahan pustaka dan perabotan perpustakaan dan menjaga kondisi ruang perpustakaan tetap dalam keadaan bersih.

2.      Memberi sampul pada setiap buku.

3.      Mengatur ventilasi ntuk mengatur suhu udara dan intensitas cahaya.

4.      Memberi himbauan kepada pemustaka agar ikut serta menjaga kebersihan perpustakaan dan menjaga kondisi bahan pustaka.

Apabila kegiatan pencegahan kerusakan sudah kita laksanakan sekarang masuk pada perbaikan bahan pustaka yang sudah rusak. Ketika pencegah krusaka sudaah kita lakukan secara maksimal dan akhirnya tetap saja ada bahan pusta yang rusak kita harus memperbaikinya sesuai dengan kerusakan yang terjadi pada bahan pustaka tersebut.

Tindakan-tindakan sederhana dalam perbaikan bahan pustaka yang sudah rusak diantaranya;

1.    Melaksanakan penjilidan sederhana terhadap buku-buku yang rusak sebagian, misal kulit buku yang lepas.

2.    Melaksanakan fumigasi atau menyemprotan obat anti serangga agar buku terhindar dari serangga atau jamur yang daat merusak buku.

3.    Merestorasi bahan pustaka yang rusak namun banya peminatnya. Menambal kertas yang berlubang dengan bubur kertas. Mengganti halaman yang sobek dengan fotocopyan dari halam tesebut kemudian diselipkan pada halaman yag rusak tadi.

4.    Memutihkan kertas. Kertas yang terkena debu atau lumpur akan berwarna kecoklatan ini dapat diputihkan dengan cara menggunakan berbagai zat kimia seperti:

a.       chloromine T

b.      gas chlordioksida

c.       natrium chloride

d.      potasium permanganate

e.       natrium hypochlorite,

f.        hydrogen peroksida

Ada beberapa cara pencegahan dan perawatan bahan pustaka yang bisa dilakukan pada sebuah Perpustakaan, cara – cara tersebut dapat dikelompokan menurut faktor – faktor sebagai berikut :

I. Faktor Biologi :

1)     Binatang Pengerat

  • Diupayakan agar setiap pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman ke Ruang Baca .

2)     Serangga

  • Diupayakan ruangan tetap selalu bersih
  • Susunan buku dalam rak-rak ditata secara rapi, sehingga ada sirkulasi udara udara.
  • Rak harus dibuat dari bahan yang tidak disukai oleh serangga ( kayu jati/logam)
  • Pada rak diberikan bahan yang berbau, dan tidak disukai oleh serangga, seperti kamper, naftalen, dll.
  • Penyuntikan dengan bahan anti serangga (DTT)
  • Fumigasi : mencegah, mengobati dan mensterilkan bahan pustaka

3)     Jamur

  • Memeriksa buku secara berkala
  • Membersihkan tempat penyimpanan
  • Menurunkan suhu udara
  • Susunan tidak terlalu rapat, supaya ada sirkulasi udara

II. Faktor Fisika

1)     Debu

  • Dilakukan penyedotan debu (vacuum cleaner )
  • Dipasang ac/ filter penyaring udara
  • Dipasang alat pembersih udara (air cleaner )
  • Disediakan almari kaca

2)     Suhu Udara dan kelembaban

  • Mengatur suhu udara dalam ruangan menjadi 20– 24o C
  • Memasang alat dehumidifier (untuk ruangan) atau silicagel (untuk almari), untuk mengatur tingkat kelembapan.

3)     Cahaya

  • Matahari, Koleksi dihindarkan dari sinar matahari langsung, dengan memasang filter flexy glass atau polyester film
  • Listrik/Lampu, Koleksi harus dihindarkan dari sinar ultra violet yang berasal dari lampu neon dengan cara memberikan filter (UV fluorescent light) atau seng oksida dan titanium oksida.

III. Faktor kimia

  • Dengan memilih bahan pustaka yang baik dengan teliti, perlu dilihat jenis kertas dan tulisan.
  • Menetralkan asam yang terkandung dalam kertas dengan deasidifikasi atau memberi bahan penahan ( buffer)

IV.  Faktor lain-lain

1)     Manusia

  • Menumbuhkan kesadaran terhadap pemakai tentang pentingnya peduli terhadap keutuhan bahan pustaka
  • Memberikan sanksi kepada perusak bahan pustaka.
  • Memasang rambu-rambu.

2)      Bencana alam

  • Menghindarkan dari bahaya api, banjir, dan listrik.
  • Dilarang merokok di dalam ruangan
  • Memeriksa kabel listrik secara berkala
  • Memasang alarm ( smoke detector)
  • Menempatkan bahan-bahan yang mudah terbakar ditempat tersendiri.
  • Mengontrol air setiap ada turun hujan.

Leave a comment